Sejak akhir-akhir ini...tersebar luas, samada di facebook mahupun blog, berita tentang kisah tragis adik Siti Hajar dalam berjuang untuk nyawanya akibat dari kemalangan, namum Allah lebih menyayanginya...dia pergi di usia 20an, (sama seperti arwah adikku), hati rasa tersentuh dan menarik perhatian untuk terus membaca kisahnya...walau agak panjang artikel tersebut tapi ia terus membawa kita untuk terus menghayati kisah perjuangan arwah dalam bertarung nyawa untuk melawan sakitnya.
Penceritaan yang cukup terkesan dihati, kasih seorang ibu dan ketabahan hati seorang bapa teruji dalam mengukuh keimanan dalam berdepan dengan situasi yang melanda anaknya....
Satu persatu coretannya menggamit hati..rasa sayu tak tertahan, sebak di dada bergelora...air mata ini mengalir jua, kisahnya betul-betul mengusik rasa dan jiwa, apa yang mengusik? perjuangannya, ibu dan ayahnya, dakwah-dakwahnya.... di saat dia berperang dengan maut...
Setinggi-tinggi kesyukuran ku panjatkan pada Ilahi...., kisah yang mengingatkan aku pada arwah adik...yang pergi dijemput Ilahi di usia sama seperti arwah adik Siti Hajar, juga akibat kemalangan tapi maut di tempat kejadian. Hati pecah berkecai-kecai saat menerima berita ini, perasaan dan emosi berperang lantas hati menolak kenyataan, kekuatan dikumpul untuk merawat hati dalam mengikhlaskan pemergian adik tersayang walau terlalu sukar sekali.
Kisah arwah adik Siti Hajar menempatkan keinsafan dalam diri, dalam menilai sejauhmana sudah hati ini kita serahkan padaNya dalam ikhlas menerima Qada dan QadarNya. Setiap inci yang kita miliki hari ini adalah pinjaman semata... tapi mengapa hati ini masih egois dengan nikmat mahupun kesengsaraan ini...
menjadi manusia yang tak pernah bersyukur walau bibir ini sering melafazkan kalimah "Alhamdulilah...." sejauhmanakah pengertian itu bagiku, seikhlas manakah aku dalam mendapat Redho Mu Ya Allah.
Pimpinlah hambaMu yang dhaif ini dalam menuju jalanMu Ya Robb...


No comments:
Post a Comment